Search

Virus Corona Terbaru di Wuhan Belum Dikenali Karakteristiknya - NusaBali

  • www.nusabali.com-virus-corona-terbaru-di-wuhan-belum-dikenali-karakteristiknya

Virus Corona terbaru, 2019 N-CoV yang mewabah di daerah Wuhan, China menjadi temuan baru.

DENPASAR, NusaBali

Satu induk dengan Virus Corona yang menyebabkan penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS), 2019 N-CoV masih belum dikenali karakteristiknya. Para ilmuan pun sedang mempelajari virus baru ini.

Kepala Instalasi Laboratorium Terpadu RSUP Sanglah, Dr dr Ida Sri Iswari SpMK MKes menjelaskan, virus yang menyebabkan infeksi saluran nafas secara umum ada banyak macam. Kebetulan yang sekarang sedang mewabah ini namanya Virus Corona. Family Corona terdiri dari 4 genus (jenis), di antaranya Alfacorona, Betacorona, Gamacorona dan Deltacorona. 2019 N-CoV ini dikategorikan dalam Betacorona bersama SARS-CoV dan MERS-CoV yang sama-sama menyerang saluran pernafasan.

“Betacorona sejak tahun 2002 menyebabkan pendemik di seluruh negara, menyerang infeksi saluran pernafasan. Meledaknya pertama kali itu saat penyakit SARS oleh Virus Corona juga (SARS-CoV) tahun 2007. Kemudian penyakit MERS tahun 2015 oleh Virus Corona juga (MERS-CoV). Nah sekarang dinamakan Novel Corona Virus (2019 N-CoV) karena baru dan masih belum bisa diprediksi,” ujarnya, Rabu (29/1).

Karena karakteristik 2019 N-CoV belum diketahui dan belum bisa diprediksi secara pasti. Para ahli sedang mempelajarinya agar bisa menentukan cara pengobatan yang tepat, serta membuat antivirus serta vaksinnya. “Antivirus yang ada saat ini tidak efektif pada 2019 N-CoV ini. Karena baru, vaksinnya juga belum ada,” tambahnya.

Di sisi lain, tingkat letalitas 2019 N-CoV juga masih belum bisa diprediksi. Jika SARS-CoV tingkat penyebab kematiannya 10 persen, MERS-CoV sebesar 30 persen, maka 2019 N-CoV masih diprediksi sekitar dua persen. “Baik sifat maupun struktur virus ini belum bisa diprediksi, sehingga belum tahu bagaimana cara yang pasti memperlakukan virus ini,” katanya.

Menurut dr Sri Iswari, penanganan harus dilakukan dengan seksama karena dalam perjalanannya, virus corona terbaru ini berdasarkan informasi bisa menyebar dari manusia yang terinfeksi ke manusia lainnya. “Biasanya corona virus itu kan dari hewan. Kalau kita punya hewan peliharaan, baru kita bisa kena. Tapi sekarang Virus Corona yang baru ini katanya bisa dari manusia ke manusia. Meski demikian, belum ditemukan asal virusnya dari mana sebelum ditularkan dari manusia yang terinfeksi Virus Corona ke manusia lainnya. Ada yang bilang berasal dari kelelawar dan ular. Tapi ini masih terus diteliti. Ini yang menyebabkan kita harus lebih waspada lagi, karena penyebarannya bisa lebih cepat," imbuhnya.

Sedangkan dari sisi gejala, kata dr Sri Iswari, sama dengan gejala influenza lainnya yakni demam tinggi dengan suhu lebih dari 38 derajat, batuk kering, lemas, dan jika infeksinya lebih berat bisa menyebabkan pneumonia. “Sebetulnya penyakit influenza virus yang biasa bisa sembuh dengan sendirinya kalau keadaan umumnya baik, sistem imunnya baik. Nah, untuk yang saat ini berat memang, karena menyerang juga pasien dengan sistem imun yang menurun,” terangnya.

Menurut Ida Sri, secara umum gejala infeksi 2019 N-CoV sama dengan SARS-CoV dan MERS-CoV, hanya saja tingkat mortalitas atau penyebab kematiannya berbeda. Karena belum bisa dipastikan karakter serta penanganannya, maka untuk penanganan sementara 2019 N-CoV adalah mengobati gejala yang timbul. Karena yang diserang adalah saluran nafas, maka yang diobati adalah infeksi saluran nafasnya dan gejala lain yang timbul. *ind

loading...

Let's block ads! (Why?)



Kesehatan - Terbaru - Google Berita
January 30, 2020 at 10:31AM
https://ift.tt/37zkpUd

Virus Corona Terbaru di Wuhan Belum Dikenali Karakteristiknya - NusaBali
Kesehatan - Terbaru - Google Berita
https://ift.tt/2zZ7Xy3

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Virus Corona Terbaru di Wuhan Belum Dikenali Karakteristiknya - NusaBali"

Post a Comment

Powered by Blogger.