/data/photo/2018/01/25/2014840252.jpg)
KOMPAS.com – Persalinan dengan metode caesar meningkat dua kali lipat di dunia. Menurut data WHO, ada 21 persen kelahiran lewat jalan operasi ini di tahun 2015 dari yang sebelumnya hanya 12 persen.
Operasi caesar (C-section) dilakukan dokter dengan membuka bagian perut dan rahim. Operasi ini merupakan opsi terakhir untuk persalinan karena tingginya komplikasi dan waktu pemulihan yang lebih lama.
Beberapa kondisi kehamilan yang mengharuskan operasi caesar antara lain jika tidak ada kemajuan dalam bukaan persalinan, bayi sungsang, ukuran bayi besar, atau ibu mengalami preeklampsia (tekanan darah tinggi selama kehamilan).
Seperti halnya setiap jenis operasi yang meninggalkan bekas luka, demikian pula halnya dengan persalinan caesar.
Menurut dokter kandungan Sherry Ross, luka sayatan operasi biasanya akan pulih dalam kurun waktu tiga sampai enam bulan.
“Namun bekas luka atau skar akan hilang beberapa tahun. Harus diingat masa penyembuhan tiap orang berbeda-beda,” katanya.
Walau tidak bisa hilang sepenuhnya, tapi skar tersebut akan memudar, makin tipis, dan tidak terlalu kelihatan.
Sebagian wanita mengatakan bekas luka operasi caesar meninggalkan rasa nyeri yang hilang timbul. JIka rasanya memang membuat tidak nyaman, konsultasikan dengan dokter.
Sementara itu untuk rasa gatal, bahkan sedikit kebas pada bekas luka, menurut Ross hal itu wajar.
“Beberapa saraf di kulit ikut terpotong saat dokter membuat sayatan dan proses penyembuhan membuat area itu jadi sangat sensitif dan sedikit gatal,” katanya.
Baca juga: Kain Kasa Tertinggal di Dalam Rahim Saat Operasi Caesar, Perempuan Ini Lapor Polisi
Kesehatan - Terkini - Google Berita
September 17, 2019 at 10:51AM
https://ift.tt/2IcHL7r
Seberapa Cepat Pemulihan Luka Bekas Operasi Caesar - Kompas.com - Lifestyle Kompas.com
Kesehatan - Terkini - Google Berita
https://ift.tt/2zZ7Xy3
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Seberapa Cepat Pemulihan Luka Bekas Operasi Caesar - Kompas.com - Lifestyle Kompas.com"
Post a Comment