KOMPAS.com – Data Worldometers hingga Jumat (17/4/2020) pagi menunjukkan kasus infeksi virus corona jenis baru tercatat 2.178.848 kasus.
Dari angka itu, sebanyak 145.359 orang meninggal dunia, dan pasien sembuh sebanyak 546.743 orang.
Sejumlah negara masih melaporkan penambahan angka kasus yang cukup tinggi, sementara di beberapa negara di Eropa mengalami tren penurunan.
Berikut 10 Negara dengan lapran kasus virus corona tertinggi di dunia:
- Amerika Serikat: 676.339 kasus, 34.552 orang meninggal dunia, dan 57.271 sembuh
- Spanyol: 184.948 kasus, 19.315 orang meninggal dunia, dan 74.797 sembuh
- Italia: 168.941 kasus, 22.170 orang meninggal dunia, dan 40.164 sembuh
- Perancis: 165.027 kasus, 17.920 orang meninggal dunia, dan 32.812 sembuh
- Jerman: 137.698 kasus, 4.052 orang meninggal dunia, dan 77.000 sembuh.
- Inggris 103.093 kasus, 13.729 orang meninggal dunia
- China: 82.341 kasus, 3.342 orang meninggal dunia, dan 77.892 sembuh
- Iran: 77.995 kasus, 4.869 orang meninggal dunia, dan 52.229 sembuh
- Turki: 74.193 kasus, 1.643 orang meninggal dunia, dan 7.089 sembuh
- Belgia: 34.809 kasus, 4.857 orang meninggal dunia, dan 7.562 sembuh.
Baca juga: Update Penanganan Virus Corona di Indonesia: 11 Wilayah Terapkan PSBB
Berikut update virus corona di berbagai negara.
Amerika Serikat
Turis masih berjalan di sepanjang jalan menuju pantai di Miami Beach di South Beach, Florida, AS, 19 Maret 2020. EPA-EFE/CRISTOBAL HERRERAAdapun kematian di negara ini mencapai 34.552, bertambah 2.109 pada Kamis (16/4/2020).
Melansir dari Aljazeera, anggota parlemen AS dari Partai Republik meminta Presiden AS Donald Trump untuk menahan dana untuk WHO sampai Direktur Jenderal WHO mengundurkan diri.
Hal ini sebagai bentuk dukungan akan kecaman Trump kepada WHO terkait pandemi virus corona.
Baca juga: Wabah Covid-19, Perusahaan Sampah di Amerika Serikat Kewalahan Atasi Sampah Rumah Tangga
Brazil
Presiden Brazil Jair Bolsorani menunjuk seorang Ahli Onkologi Nelson Teich sebagai Menteri Kesehatan yang baru.
Penunjukan itu setelah menteri sebelumnya, Luiz Manderra, dipecat karena ada perbedaan pendapat terkait kebijakan ketenagakerjaan antara presiden dan menteri.
“Dia melakukan apa, sebagai dokter? Dia pikir dia harus lakukan pada saat itu. Isolasi, semakin menjadi kenyataan. Tetapi kita tidak dapat membuat keputusan yang menghancurkan apa yang telah dilakukan,” ujar Bolsorano seperti dikutip dari Washington Post.
Baca juga: Sebabkan Komplikasi Jantung, Penelitian Klorokuin di Brazil Dihentikan
Perancis
Polisi Perancis berpatroli di jalanan sembari melihat toko di Distrik Montmartre, Paris, sebagai bagian dari penegakan lockdown untuk memerangi virus corona pada 25 Maret 2020.Namun, ada tambahan 753 orang meninggal dunia sehingga total jumlah kematian di negara itu mencapai 17.920 orang, angka kematian tertinggi keempat di dunia.
Kenaikan angka kematian tersebut muncul saat kasus yang terkonfirmasi positif di Perancis menunjukkan tren penurunan.
Baca juga: Ilmuwan Perancis Gunakan Vaksin Campak untuk Lawan Infeksi Corona
Inggris
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan, pemerintah telah memutuskan akan memperpanjang penguncian hingga tiga minggu.
Melonggarkan penguncian saat ini dianggap berisiko menimbulkan gelombang kedua pandemi dan akan membatalkan perkembangan baik yang sudah terjadi.
"Hal terburuk yang dapat kita lakukan sekarang adalah mereda terlalu cepat. Sehingga pembatasan saat ini akan tetap diberlakukan," kata Rabb.
Rabb sendiri mewakili Perdana Menteri Boris Johnson yang saat ini tengah menjalani pemulihan setelah menjalani perawatan di rumah sakit karena Covid-19.
Baca juga: Kisah Connie, Nenek 106 Tahun di Inggris yang Sembuh dari Covid-19...
Kesehatan - Terbaru - Google Berita
April 17, 2020 at 08:06AM
https://ift.tt/2RH2R2n
Update Virus Corona Dunia 17 April: 2,1 Juta Orang Terinfeksi, Perkembangan dari AS dan Inggris - Kompas.com - KOMPAS.com
Kesehatan - Terbaru - Google Berita
https://ift.tt/2zZ7Xy3
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Update Virus Corona Dunia 17 April: 2,1 Juta Orang Terinfeksi, Perkembangan dari AS dan Inggris - Kompas.com - KOMPAS.com"
Post a Comment