Search

Gejala COVID-19 Bukan Cuma Batuk, Demam, dan Sesak Napas - Tempo

TEMPO.CO, Jakarta - Sesak napas selama ini digunakan untuk mengenali atau membedakan infeksi virus corona COVID-19 dari virus corona penyebab flu pada umumnya. Gejala sesak napas, demam tinggi, dan batuk, begitu identifikasi yang digunakan sebelum dilakukan tes darah maupun gen virus.

Empat bulan berlalu sejak wabah virus corona itu menyebar di dunia, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memperbarui informasi tentang gejala tersebut. CDC menambah enam gejala baru pasien COVID-16 yakni panas dingin, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kehilangan rasa atau bau.

“Orang yang terinfeksi COVID-19 dilaporkan memiliki beragam gejala, mulai dari ringan hingga parah yang mungkin muncul 2-14 hari setelah terpapar virus,” bunyi pernyataan CDC di situs webnya. 

Mengutip laman New York Post, Senin 27 April 2020, CDC sebelumnya menyebutkan, pasien terinfeksi virus corona hanya memiliki gejala demam, batuk, dan sesak atau kesulitan bernafas. Pembaruan dilakukan menyusul banyak kasus penyakit itu yang tidak disertai gejala, plus hasil penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford.

Hasil penelitian itu membuktikan tidak cukup mendeteksi seseorang terjangkit COVID-19 jika hanya berdasarkan tiga gejala itu saja. Tim peneliti menguji 1.217 spesimen dari 1.206 pasien COVID-19 dan hanya mendapati 116 pasien atau 9,5 persen yang positif hanya SARS-CoV-2, nama virus corona penyebab COVID-19.

Jumlahnya lebih besar, yakni 20,7 persen, untuk spesimen yang dites positif SARS-CoV-2 dan juga satu atau lebih patogen saluran pernapasan lainnya.  

Sebanyak 24 spesimen yang memiliki SARS-CoV-2 dan setidaknya satu patogen pernapasan lainnya lalu dites lagi. Hasilnya, positif untuk rhinovirus/enterovirus (6,9 persen), positif virus syncytial pernapasan (5,2 persen), positif virus corona lain (4,3 persen), dan sedikit di atas 3 persen untuk beberapa jenis influenza.

Jadi, studi itu menyimpulkan, jika seseorang memiliki infeksi virus pernapasan lain, orang tersebut masih bisa menderita COVID-19. Itu sebabnya CDC menyarankan agar siapa pun yang mengalami enam gejala tersebut harus segera mencari perhatian medis.

NEW YORK POST | FORBES

Let's block ads! (Why?)



Kesehatan - Terbaru - Google Berita
April 28, 2020 at 10:41AM
https://ift.tt/2zD0fwz

Gejala COVID-19 Bukan Cuma Batuk, Demam, dan Sesak Napas - Tempo
Kesehatan - Terbaru - Google Berita
https://ift.tt/2zZ7Xy3

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Gejala COVID-19 Bukan Cuma Batuk, Demam, dan Sesak Napas - Tempo"

Post a Comment

Powered by Blogger.